Obat Ginjal

Ginjal adalah organ utama yang mengeliminasi obat. Beberapa obat diekresi hanya setelah mengalami metabolisme atau biotransformasi oleh hati. Obat lain mungkin dieliminasi melalui ginjal tanpa perubahan. Bayi prematur memiliki fungsi ginjal yang belum matur. Pasien lansia mengalami penurunan fungsi ginjal terkait usia. Untuk membuat penyesuaian dosis bagi pasien dengan disfungsi ginjal, kita harus mengetahui derajat kerusakan ginjal pada seorang pasien dan persentase obat yang dieliminasi oleh ginjal. Derajat fungsi ginjal dapat dikuantifikasi melalui uji klirens kreatinin. Persentase tiap obat yang diekresikan oleh ginjal dapat ditentukan dari referensi farmakokinetik. Di samping itu, dosis obat dapat dioptimalkan dengan mengukur kadar obat dalam darah pasien dan melakukan perubahan yang diperlukan.

Ginjal manusia terletak retro-peritoneal dekat dinding posterior abdomen di kiri-kanan kolom verttebralis. Mereka berupa organ berbentuk kacang dengan panjang 10-12 cm, lebar 5-6 cm dan tebal 3-4 cm. Ginjal yang merupakan organ yang sangat penting dalam kehidupan manusia juga tak pernah luput dari berbagai gangguan ginjal atau penyakit lain yang berdampak langsung pada penurunan fungsi ginjal.

struktur-ginjal-sebelah-kanan

Ginjal dapat terganggu oleh berbagai hal yang dapat menimbulkan penyakit dan kelainan pada tubuh. Beberapa penyakit yang dapat mengganggu fungsi ginjal adalah sebagai berikut :

1. Kencing manis (diabetes mellitus) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya hormon insulin sehingga urine banyak mengandung gula.

2. Kerusakan pada glomerulus akibat infeksi kuman sehingga urea dan asam urine masuk kembali ke darah. Adanya kerusakan pada alat filtrasi di ginjal yaitu glomerulus menyebabkan urine mengandung albumin dan protein.

3. Beser seni (diabetes insipidus) adalah suatu gangguan pada sistem ekskresi yang ditandai dengan kencing terus-menerus karena naiknya jumlah urine. Beser seni disebabkan tubuh kekurangan hormon antudiuretik (ADH).

4. Membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat dialirkan ke uar ginjal. Hal ini disebabkan terjadinya penyempitan saluran di ginjal oleh batu ginjal. Terjadinya batu ginjal ini karena adanya pengendapan bahan-bahan kimia, seperti kalsium, fosfat dan asam oksalat pada saluran ginjal.

Mereka yang telah terdeteksi terserang gangguan atau penyakit ginjal, umumnya menjalankan proses pengobatan dengan rajin cuci darah yang dapat dilakukan 1 minggu sekali, tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar. Tak hanya cukup dengan cuci darah, namun penderita diharuskan mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan ginjal yang diresepkan oleh para dokter.

Namun, pengobatan demikian tak selalu membuahkan hasil yang baik bagi pengembalian fungsi ginjal seperti semula. Ginjal yang terserang gangguan atau penyakit ginjal, ketika memasuki masa kritis atau kronis akan mengalami berbagai gangguan penyakit ginjal yang cukup serius. Bahkan mungkin beberapa diantaranya sampai menderita gagal ginjal sampai kanker ginjal. Pengobatan terakhir yang ditempuh adalah dengan melakukan transplantasi ginjal atau cangkok ginjal.

Ketika sudah diketahui mempunyai penyakit atau gangguan ginjal, atasi dan obati segera sebelum ganggun ginjal semakin parah. Selain dengan pengobatan medis, pengobatan ginjal juga dapat dilakukan dengan cara alami, seperti :

1. Mengkonsumsi air putih2 liter per hari atau lebh disesuaikan dengan kebutuhan. Air putih sangat diperlukan oleh ginjal dalam metabolisme berbagai unsur makanan maupun obat yang masuk ke dalam tubuh.

2. Rajin berolahraga minimal 2-3 kali dalam seminggu

3. Hindari makanan atau minuman yang mengandung soda dan kafein tinggi. Karena soda dan kafein hanya memperburuk kerja dari organ ginjal

4. Jangan duduk terlalu lama, seseringlah bergerak agar tubuh tidak terlalu kaku. Hal ini penting dilakukan agar perut tidak selalu tertekuk dan fungsi organ-organ penting bagian dalam tidak tegang.

Posted in Obat Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Penyakit Ginjal

Umumnya, seseorang bisa hidup nnormal dengan satu ginjal saja. Jika kedua ginjalnya tidak berfungsi normal, maka seseorang bisa mendapatkan suatu Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Cara mengatasi penyakit ginjal dengan metode TPG ini bisa dilakukan baik yang berrisfat sementara waktu atau juga yang bersifat secara terus menerus. TPG ini terdiri atas hemodialisis, dialisi, dan cangkok ginjal atau transplantasi. Pemilihan terapi oleh pasien dan juga keluarga  perlu dipertimbangkan dan berbagai faktor terutama segi pembiayaan karena gagal ginjal pada tahap akhir  hanya bisa bertahan hidup dengan melakukan pengganti ginjal. Juga perlu dipertimbangkan terhadap suatu aktivitas  dan pekerjaan pasien sehari-harinya.

Salah satu cara mengatasi penyakit ginjal dengan menggunakan dialysis. Hemodialisis merupakan dimana proses darah penderita dialirkan untuk dilakukan pemisahan atau penyaringan dari sisa-sisa metabolisme melalui selaput semipermeabel dalam ginjal buatan dengan bantuan mesin hemodialisis. Darah yang sudah bersih dipompa kembali ke dalam tubuh. Cuci darah bisa dilakukan di  rumah sakit atau di klinik yang memiliki hemodialisis dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Sekali-kali cara mengatasi penyakit ginjal dengan melalui cuci darah membutuhkan biaya yang besar sekitar Rp. 500 ribu sampai Rp. 1 juta. Padahal cuci  darah harus rutin d an juga berlangsung seumur hidup pada yang kronis, minimal 8-12 kali perbulan. Itu artinya, setiap bulan paling tidak harus tersedia dana R. 4 juta atau sekitar rp. 48 juta dalam setiap tahunnya.

Cara mengatasi penyakit ginjal dengan cara yang lain adalah dialysis peritoneal. Dialisis ini dilakukan pada selaput rongga perut atau peritoneum oleh tubuh. Proses ini dibantu cairan dialisi yang dimasukkan ke rongga perut melalui pipa karet yang dipasang dengan operasi kecil. Cairan ini menangkap bahan ampas  dari darah kita. Selaput peritoneal berfungsi menyaring antara darah dan cairan dianial atau mengeluarkan sisa metabolisme. Ini bisa terjadi karena pembuluh darah pada selaput peritoneal berfungsi sebagai saringan ginjal.

Posted in Obat Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pemeriksaan Ginjal

Pemeriksaan faal ginjal dapat dilakukan dengan mengukur kadar ureum, kreatinin, laju filtarsi glomeruli dan akhir-akhir ini dikembangkan pemeriksaan cystatin –C. Ureum adalah suatu zat yang disintesis di hati yang berasal dari metabolisme protein. Kadar ureum ini di dalam darah dipengaruhi oleh intake protein, hidrasi, jenis makanan dan faal hati.

Kreatinin adalah zat yang dihasilkan oleh otot yang kadarnya di dalam darah tergantung dari umur dan jenis kelamin. Klirens kreatinin dapat dipakai untuk menguji faal ginjal. Uji ini sangat dipengaruhi oleh tinggi badan, berat badan, volume urine 24 jam, kadar kreatinin  dalam darah dan urin. Untuk menghilangkan pengaruh tersebut diatas dipakai pengukuran laju filtrasi glomeruli dengan menghitung estimated glomerular filtartion rate (est GFR) dari kadar serum kreatinin yang dapat ditentukan secara empiris. Pemeriksaan ini lebih baik daripada penguuran kadar kreatinin karena pada kadar kreatinin normal, nilai estGFR sudah menurun sampai 50% seperti yang terlihat pada grafik

kreatinin-serumGambar : Grafik hubungan antara kreatinin serum dan est GFR

Pemeriksaan cystatin C adalah suatu protein dendogen yang tersusun dalam suatu rantai yang terdiri dari urutan 120 asam amino. Zat in adalah suatu peptide dalam serum dengan berat molekul 13 kD yang dihasilkan oleh semuua hal berinti di dalam tubuh yang mengandung DNA dengan jumlah yang tetap dan tidak dipengaruhi oleh proses radang serta keadaan patologik lain.

Cystatin C dibersihkan melalui filtrasi glomeruli, mengalami reabsorpsi dan metabolisme di tubuli proksimal ginjal, sehingga kadar cystatin–C di serum berbanding terbalik dengan nilai GFR. Uji cystatin C ini lebih tetap dan sensitif untuk mengetahui penurunan faal ginjal dibandingkan dengan pemeriksaan kadar kreatinin dan klirens kreatinin. Kadar cystatin C tidak dipengaruhi oleh berat dan tinggi badan, massa otot, ras (suku bangsa) dan intake protein. Oleh karena itu pemeriksan cystatin C bisa memprediksi resiko mengalami penyakit ginjal kronis dari disfaal ginjal praklinis. Selain itu uji cystatin C ini dapat dipakai sebagai penanda faal ginjal untuk penyesuaian dosis obat.

 

 

Posted in Obat Ginjal | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Untuk Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal bersifat progresif (makin memburuk). Pasien menjalani pengobatan, untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut agar ginjal lebih berfungsi selama mungkin, sebelum terjadi gagal ginjal, ibarat hipertensi adalah pegas. Jika ditekan dengan obat antihipertensi dan modifikasi gaya hidup, tekanan darah akan turun. Jika terapi dihentikan, tekanan darah akan kembali naik. Pasien hipertensi seringmembutuhkan obat seumur hidup. Obat harus disesuaikan dengan kondisi pasien, terutama jika hipertensi disertai komplikasi.

Terapi Obat. Pasien hipertensi dengan komplikasi ginjal, perlu obat yang tidak menyisakan racun. Semua residu obat harus dikeluarkan dari tubuh, agar tidak menumpuk di ginjal dan membebani kerja ginjal.

Diuretik. Obat diuretik dapat digunakan sebagai obat tunggal atau dikombinasi dengan hipertensi lain. Diuretik membantu ginjal mebuang mineral dan cairan . Juga melebarkan pembuluh darah dan menghilangkan kalium melalui air kemih, sehingga pasien kadang diberi tambahan kalium atau obat penahan kalium.

 

Posted in Obat Ginjal | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Batu Ginjal Alami

Penyakit batu ginjal adalah penyakit adanya batu dalam rongga ginjal dengan segala permasalahannya. Batu ginjal dengan segala permasalahannya. Batu ginjal terbentuk akibat pengendapan senyawa mineral dan organik. Pengendapan batu ini diakibatkan oleh infeksi pada ginjal atau penggenangan air seni dalam ginjal. Salah satu penggenangan ini diakibatkan oleh tekanan balik ketika kandung kemih juga tersumbat. Beberapa penyebab batu ginjal yang lainnya adalah komplikasi penyakit asam urat, makanan tidak seimbang, atau kurang vitamin, dan adanya garam-garam kimia pada air seni seperti fosfat dan urates sebagai dasar terbentuknya batu ginjal. Obat batu ginjal alami mempunyai fungsi melarutkan batu.

Obat batu ginjal alami untuk mengobati batu ginjal selain berfungsi untuk melarutkan batu, namun juga dapat meningkatkan buang air seni, dan menghancurkan batu. Selain itu, tanaman obat berfungsi sebagai antibiotik, anti-infeksi, anti-inflamasi, antitoksik, analgesik, memperbaiki peredaran darah, stimulan ginjal dan membersihkan racun.

ginjal-kiri

Obat batu ginjal alami dengan tanaman obat memiliki kelebihan, yaitu tidak hanya memiliki satu fungsi saja, tetapi lebih komplek dan banyak fungsi. Misalnya, selain berfungsu sebagai diuretik tanaman obat berfungsi sebagai anti-inflamasi, analgesik, dan lain-lain.

Daun tempuyung mempunyai kandungan kalium yang cukup tinggi. Kehadiran kalium inilah yang membuat batu ginjal yang berupa kalsium karbonat menjadi terurai karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Endapan batu ginjal itu akhirnya dapat larut dan hanyut keluar bersama urine

Posted in Obat Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Patofisiologi Gagal Ginjal

Pada manusia, ginjal merupakan organ utama yang melakukan proses eksresi. Secara lengkap peranan atau fungsi ginjal adalah sebagai berikut :

1. Mengeksresikan zat sisa seperti urea, asam urat, kreatinin, kreatin, dan zat lain yang bersifat racun.

2. Mengatur volume plasma darah dan jumlah air di dalam tubuh.

3. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam, yaitu membuang jumlah garam yang berlebihan dan menahan garam bila jumlahnya dalam tubuh berkurang.

4. Mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urine yang bersifat basa, tetapi dapat pula mengekskresikan urine yang bersifat asam.

5. Menjalankan fungsi sebagai hormon, dengan menghasilkan 2 macam zat yaitu renin dan eritprotein yang diduga memilikki fungsi endokrin.

Ginjal manusia merupakan organ utama ekskresi, sehingga jika ada gangguan ginjal tentu akan mengganggu sistem ekskresi, luka berat, banyak kehilangan darah, keracunan zat-zat tertentu dan penyakit tertentu dapat menimbulkan terganggunya fungsi ginjal, terutama terganggunya pembentukan urine.

Beberapa kelainan atau gangguan tersebut yang juga merupakan bagian dari penyebab terjadinya gangguan ginjal, antara lain sebagai berikut :

Gagal Ginjal atau Uremia

Kegagalan fungsi ginjal yang akut dapat menyebabkan nefritis, perdarahan dan fungsi ginjal terhenti secara tiba-tiba. Gejala yang umum adalah tidak terjadinya pembentukan urine yang disebut dengan anuria. Gejala ini berbahaya karena dapat menimbulkan uremia. Uremia yaitu terbawanya urine ke dalam aliran darah yang disebabkan adanya kebocoran pada salah satu saluran dalam nefron. Akibat dari keadaan tersebut, penyerapan air oleh darah akan terganggu, sehingga terjadi penimbunan air oleh pada kaki dan timbul bengkak (eedema), demikian pula pada tubuh yang lain.

Nefritis

Nefritis merupakan peradangan pada nefron karena bakter Stresptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan. Dari saluran pernapasan, bakteri terbawa oleh darah ke ginjal. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring, sehingga akan ikut keluar bersama urine. Nefiritis kronis biasanya terjadi pada orang lanjut usia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pengerasan pembuluh darah dalam ginjal dan rusaknya glomerulus atau tubulus.

Diabetes insipidus

Diabetes insipidus merupakan suatu penyakit yang disebsebkan kelenjar hipofisis gagal mensekresikan hormon antidiuretik, sehingga ekskersi urine meningkat. Pada umumnya urine yang ekskresikan berjumlah antara 4-6 liter setiap harinya, tetapi dapat mencapai 12-15 liter setiap hari, tergantung dari jumlah air yang diminum. Penderita diabetes insipidus cenderung mengalami dehidrasi dan pengeluaran elektrolit dari cairan tubuh. Akan tetapi, kecenderungan ini diimbangi oleh perasaan ingin minum dan ingin makan makanan yang lebih banyak mengandung garam. Penyakit ini umumnya ditimbulkan oleh tumor di hipotalamus atau hipofisis yang mengakibatkan rusaknya bagian hipotalamus yang mengatur seksresi hormon antidiuretik.

Diabaetes mellitus

Diabetes mellitus atau yang dikenal dengan penyakit kencing manis, yakni terdapatnya glukosa dalam urine yang disebabkan menurunnya hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Menurunnya hormon insulin menyebabkan terganggunya proses perombakan glukogen menjadi glukosa dan reabsorpsi glukosa dalam glomerulus.

Albuminaria

Albuminaria yaitu terdapatnya molekul albumin dan protein lain didalam urine. Albuminaria disebabkan oleh terjadinya keruskan pada alat filtrasi dalam ginjal sehingga protein dapat lolos pada proses filtrasi.

Posted in Obat Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Herbal Untuk Mengobati Penyakit Gagal Ginjal

Ginjal adalah salah satu organ tubuh manusia yang sangat vital dan memiliki yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Apabila ginjal mengalami suatu keluhan atau gangguan akan berakibat pada kerusakan fungsi dan kerja dari organ ginjal yang dapat menyebabkan pada kematian.

Manusia memiliki 2 buah ginjal yang terletak dibagian kiri dan kanan yang terltak di bagian dinding belakang perut dekat dengan pinggnag dan tulang rawan, ginjal manusia memiliki berat sekitar 140 gram. Bentuk ginjal manusia seperti biji kacang merah yang sisi dalamnya disebut dengan hillium yang menghadap ke tulang belakang dan hillium ini merupakan saluran tempat keluar dan masuknya pembuluh darah yang membawa darah.

Namun berbagai cara dan upaya dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal dengan menjaga pola makan yang sehat dan tentunya dengan melakukan pengobatan entah dengan obat-obatan medis atau obat herbal tradisional yang sudah dipercaya memberi manfaat dan khasiat yang baik bagi tubuh tanpa khawatir efek samping.

Tanaman obat tradisional atau rempah tradisonal dapat digunakan untuk mengobati penyakit gangguan ginjal dan seputar keluhan mengenai ginjal. Beberapa tanaman tradisional dapat digunakan sebagai obat pengempur penyakit ginjal berserta gangguan fungsi ginjal dan penyakit seputar ginjal. Tanaman herbal yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit ginjal dan keluhan lainnya seputar ginjal adlah tanaman tapak liman, pegagan, sambiloto, mengkudu, kumis kucing dan herbal lainnya. Tanaman herbal tersebut mempunyai beberapa fungsi dalam mengatasi gangguan dan keluhan ginjal seperti antibiotik, antiradang, anti-infeksi, antitoksik, peluruh kencing dan sebagai obat penenang dan manfaat lainnya.

Berikut ini ada beberapa tanaman herbal dari sekian banyaknya tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit ginjal, gangguan ginjal dan keluhan ginjal lainnya, seperti :

1. Pegagan

Pegagan merupakan tanaman yang memiliki daun hijau rasanya manis, menyejukan. Memiliki khasiat yang cukup baik bagi tubuh, terutama untuk mengatasi segala gangguan ginjal. Pegagan memiliki sifat tonik, anti-infeksi, anti-toksik, meluruhkan kemih/air seni (diuretik ringan), membersihkan darah dari racun, meredakan demam (antipiretik), sebagai penenang (sedatif), mepercepat penyembuhan luka dan millenrian pembuluh darah tepi (vasodilator perifer).

Tanaman herbal pegagan memiliki komponen senyawa kimia lamiah yang dimiliki seperti asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, brahmoside, brahmin side, brahmic acid, madasiatic acis, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, carotenoids. Garam mineral ( seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi), zat pahit vellarine dan zat samak.

2. Tapak Liman

Tanaman herbal satu ini memiliki daun yang rasanya pahit dan pedas seperti daun mint, memiliki sifat sebagai astrigen dan menyejukan. Tapak liman memiliki fungsi untuk mengatasi gangguan ginjal sebagai peredam dari demam (anti piretik), atibiotik, anti radang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak, dan sebagai penawar racun (detoksisan).

Bagian dari tumbuhan herbal ini yang dapat digunakan sebagai obat adalah daun, bunga dan akar tapak liman. Bagian daun yang mengandung unsur senyawa alamiah seperti elephantopin, deoxy-elephantopin, isodeoxy-elephant pin, 11-13 dihydro-dioxy-elephant pin, elephantin, epifriedelinol, stigma sterol, draconian 1-ol, lupeol, lupeol acetat. Bunganya mengandung flavoinoda lute Olin 7, glucosidal dan bagian akarnya mengandung epiprielinol, lupeol, stigmasterin.

3. Pace atau mengkudu

Buah pace atau yang banyak dikenal dimasyarakat luas sebagai buah mengkudu yang memiliki aroma buah yang sangat tidak enak. Namun buah satu ini menyimpan banyak khasiat dan manfaat yang sangat baik bagi tubuh manusia salah satunya untuk mengobati penyakit ginjal dan keluhan penyakit seputar ginjal, namun umumnya banyak orang memanfaatkan buah mengkudu sebagai buah untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang tentunya masih berkaitan erat dengan ginjal, menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Buah mengkudu ini banyak mengandung unsur alami seperti antrakuinon, morindin, asam malat, asam sitrat, glucose, saponin, alkaloid, serotonin, acubin, demnacanthal, antraquinon, L.asperuloside, alizarin, terpenoid, scopoletin, vitamin C, anti oksidan, mineral, protein, karbohidrat, enzim dan alkaloid.

Posted in Obat Ginjal | Tagged , | Leave a comment

Penyakit Ginjal

Gangguan ginjal dapat menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin maka zat racun tertimbun. Tubuh pun menjadi bengkak dan dapat beresiko kematian.

Selain berfungsi sebagai ekskresi, ginjal juga memproduksi hormon eritropoietin yang berfungsi memproduksi sel darah merah. Gangguan di ginjal dapat menurunkan hormone tersebut sehingga menyebabkan anemia.

Pengobatan sejak dini dapat menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit ginjal. Kenyataannya, penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makroalbuminuria (300mg albumin dalam urin per 24 jam).

Meski tidak menular, penyakit ginjal perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian dan perlu biaya tidak sedikit, untuk pengobatan yang harus dilakukan seumur hidup. Kesadaran akan pentingnya deteksi dini, dapat mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis.

Semua orang dapat terkena penyakit ginjal. Mereka yang memiliki faktor resiko tinggi, yakni ada riwayat darah tinggi dalam keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang sakit ginjal, disarankan untuk melakukan pemeriksaan dini.

Pada awal, tubuh tersebut menerima gabungan bahan ampas dan bahan kimia yang masih berguna untuk tubuh kita. Ginjal kita membagikan bahan kimia misalnya zat natrium, fosforus dan kalium, dan mengembalikan bahan tersebut ke tubuh. Dengan cara ini, ginjal kita mengatur tingkat bahan kimia tersebut di tubuh kita. Keseimbangan yang tepat dibutuhkan untuk kehidupan, dan apabila berlebihan dapat berdampak buruk.

 

 

 

 

 

 

 

Selain menghilangkan bahan ampas, ginjal kita mengeluarkan tiga hormon yang penting :

• Eritropoietin, atau EPO, yang merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah
• Renin, yang mengatur tekanan darah
• Kalsitriol, bentuk aktif vitamin D , yang membantu menahan zat kalsium untuk tulang, dan untuk keseimbangan kimia yang normal dalam tubuh

Ginjal dianggap mengalami kegagalan secara mendadak atau biasa disebut acute renal failure ketika ginjal tersebut tidak bisa berfungsi secara mendadak. Gagal ginjal mendadak biasanya dapat disembuhkan dengan obat, dialisa atau cuci darah. Kalau pembersihan ginjal seperti ini berhasil, biasanya penderita akan sembuh kembali dan ginjal akan berfungsi secara normal.

Namun gagal ginjal pada umumnya terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Sehingga apabila tanda-tanda tersebut dapat diketahui sejak dini, penderita bisa segera mendapatkan pengobatan.

Posted in Obat Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment