Patofisiologi Gagal Ginjal

Pada manusia, ginjal merupakan organ utama yang melakukan proses eksresi. Secara lengkap peranan atau fungsi ginjal adalah sebagai berikut :

1. Mengeksresikan zat sisa seperti urea, asam urat, kreatinin, kreatin, dan zat lain yang bersifat racun.

2. Mengatur volume plasma darah dan jumlah air di dalam tubuh.

3. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam, yaitu membuang jumlah garam yang berlebihan dan menahan garam bila jumlahnya dalam tubuh berkurang.

4. Mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urine yang bersifat basa, tetapi dapat pula mengekskresikan urine yang bersifat asam.

5. Menjalankan fungsi sebagai hormon, dengan menghasilkan 2 macam zat yaitu renin dan eritprotein yang diduga memilikki fungsi endokrin.

Ginjal manusia merupakan organ utama ekskresi, sehingga jika ada gangguan ginjal tentu akan mengganggu sistem ekskresi, luka berat, banyak kehilangan darah, keracunan zat-zat tertentu dan penyakit tertentu dapat menimbulkan terganggunya fungsi ginjal, terutama terganggunya pembentukan urine.

Beberapa kelainan atau gangguan tersebut yang juga merupakan bagian dari penyebab terjadinya gangguan ginjal, antara lain sebagai berikut :

Gagal Ginjal atau Uremia

Kegagalan fungsi ginjal yang akut dapat menyebabkan nefritis, perdarahan dan fungsi ginjal terhenti secara tiba-tiba. Gejala yang umum adalah tidak terjadinya pembentukan urine yang disebut dengan anuria. Gejala ini berbahaya karena dapat menimbulkan uremia. Uremia yaitu terbawanya urine ke dalam aliran darah yang disebabkan adanya kebocoran pada salah satu saluran dalam nefron. Akibat dari keadaan tersebut, penyerapan air oleh darah akan terganggu, sehingga terjadi penimbunan air oleh pada kaki dan timbul bengkak (eedema), demikian pula pada tubuh yang lain.

Nefritis

Nefritis merupakan peradangan pada nefron karena bakter Stresptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan. Dari saluran pernapasan, bakteri terbawa oleh darah ke ginjal. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring, sehingga akan ikut keluar bersama urine. Nefiritis kronis biasanya terjadi pada orang lanjut usia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pengerasan pembuluh darah dalam ginjal dan rusaknya glomerulus atau tubulus.

Diabetes insipidus

Diabetes insipidus merupakan suatu penyakit yang disebsebkan kelenjar hipofisis gagal mensekresikan hormon antidiuretik, sehingga ekskersi urine meningkat. Pada umumnya urine yang ekskresikan berjumlah antara 4-6 liter setiap harinya, tetapi dapat mencapai 12-15 liter setiap hari, tergantung dari jumlah air yang diminum. Penderita diabetes insipidus cenderung mengalami dehidrasi dan pengeluaran elektrolit dari cairan tubuh. Akan tetapi, kecenderungan ini diimbangi oleh perasaan ingin minum dan ingin makan makanan yang lebih banyak mengandung garam. Penyakit ini umumnya ditimbulkan oleh tumor di hipotalamus atau hipofisis yang mengakibatkan rusaknya bagian hipotalamus yang mengatur seksresi hormon antidiuretik.

Diabaetes mellitus

Diabetes mellitus atau yang dikenal dengan penyakit kencing manis, yakni terdapatnya glukosa dalam urine yang disebabkan menurunnya hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Menurunnya hormon insulin menyebabkan terganggunya proses perombakan glukogen menjadi glukosa dan reabsorpsi glukosa dalam glomerulus.

Albuminaria

Albuminaria yaitu terdapatnya molekul albumin dan protein lain didalam urine. Albuminaria disebabkan oleh terjadinya keruskan pada alat filtrasi dalam ginjal sehingga protein dapat lolos pada proses filtrasi.


=====================================

>>> Xamthone Plus Membantu Pengobatan Penyakit Ginjal, Lihat Testimoni Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Ginjal and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>